Page 206 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 206
IntelIgensI embun PagI
Perutnya yang kosong sejak semalam mulai protes minta diisi.
Di area warung makan Yono, Bodhi duduk di meja paling
ujung tempat seorang tukang es cendol ikut memarkirkan
gerobaknya untuk numpang jualan meski dengan risiko
terserempet angkot lewat. Kendati sudah memilih titik
terpinggir Elektra Pop, Bodhi masih terganggu dengan
kenyataan bahwa beberapa meter dari bangkunya adalah
tempat berkumpulnya Liong dan Kell.
Awal kedatangannya ke tempat ini, Bodhi merasa Elektra
Pop adalah tempat bermain yang sangat luas. Hari ini Elektra
Pop terasa seperti tempurung yang mengungkung. Segelas
es cendol dan sepiring nasi goreng telur adalah satu-satunya
hiburan yang berusaha keras ia nikmati.
Baru di suapan yang ketiga, pria kaukasoid berambut
gondrong sudah duduk di hadapannya tanpa permisi. Bodhi
langsung melengos dan mengistirahatkan sendoknya.
“Nasi goreng sudah pernah kucoba. Tapi, minuman itu
kelihatan lebih menantang. Boleh?” Kell menunjuk gelas
cendol Bodhi yang belum disentuh.
Bodhi tak menjawab.
“Tempat ini terlalu kecil untuk main kucing-kucingan.
Terima sajalah. You’re stuck with us,” ucap Kell sambil memutar
sendok di gelas cendol Bodhi, lalu menarik ujung pipet yang
191

