Page 208 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 208

IntelIgensI embun PagI

           perempuan. Kamu pasti tergila-gila padaku. Nah, itu baru
           akan membuat situasi kita jadi aneh.”

              “You’re unbelievable.”
              “You have to start to believe. Sebagai seorang Peretas….”
              “Aku masih manusia!”
              “Don’t you play that human card with me, seolah-olah aku
           harus  mengasihanimu hanya  karena kamu  ‘masih manusia

           biasa’,” cibir Kell. “You’re a fucking Harbinger. Deal with it.”
              Bodhi terbungkam dengan rahang mengencang.
              “By the way, minuman apa ini? Enak banget.” Kell
           menyeruput pipetnya dengan keras.
              “Cendol,” gumam Bodhi ketus.
              “Kamu tahu, apa hal mendasar yang membedakan mereka
           yang  lupa  dan  mereka  yang  ingat?  Yang  membedakan
           penglihatanmu dengan yang lain? Persepsi terhadap frekuensi,”

           ujar Kell sambil menyendoki butiran cendolnya dengan
           semangat. “Kelebihanmu,  Bodhi  Liong,  adalah  kemampuan
           visualmu untuk menangkap rentang frekuensi yang jauh lebih
           lebar daripada manusia biasa. Itulah alasan kenapa kamu
           dijuluki Peretas Kisi. Kamu adalah segelintir manusia yang

           mampu melihat jeruji penjara ini.”
              “Itu istilahnya? Peretas Kisi?”
              “Liong bakal ngambek kalau tahu aku membocorkannya ke
           kamu. Tapi, aku punya pertimbangan sendiri.”
              Ucapan Kell otomatis membawa pandangan Bodhi
           menyebar ke berbagai arah, ke larik-larik cahaya yang



                                                                 193
   203   204   205   206   207   208   209   210   211   212   213