Page 209 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 209

Keping 59


           membungkus segala sesuatu yang terlihat bagai jaring nelayan
           membungkus gundukan ikan. “Terbuat dari apa sebenarnya
           kisi-kisi ini?”

             “Melihatnya tidak sama dengan memahaminya. Penjelasanku
           dibatasi  bahasa.  Sementara  ini,  anggap  saja  kamu  sudah
           beruntung bisa lihat.”
             “Aku melihat hal-hal aneh dan mengerikan sepanjang
           hidupku. Kenapa baru setelah ketemu Alfa aku bisa melihat
           kisi ini? Dari nggak sama sekali? Kenapa baru sekarang?”
             “Kamu sudah menangkapnya dari dulu. Kamu dirancang
           dan dilahirkan untuk melihat kisi ini. Masalahnya, dibutuhkan
           proses dekripsi untuk menerjemahkan apa yang kamu lihat.

           Tanpa proses dekripsi, yang kamu lihat dan alami ibarat
           frekuensi ‘kotor’. Noise. Acak. Tidak fokus. Selama ini program
           dekripsimulah yang nonaktif. Lelap macam putri tidur,
           menunggu ciuman dari pangeran yang tepat.”
             Alis Bodhi mengangkat sebelah.  “Maksudmu, aku putri
           tidur dan Alfa adalah pangerannya? Begitu?”
             “Well,  metaphorically  speaking,  yes. Bukan cuma Alfa.
           Koordinat, Bodhi. Kumpulan peristiwa, momen, dan benda
           yang tepat.”
             Bodhi teringat batu yang diberikan Alfa kepadanya. “Benda
           ini?” Bodhi mengeluarkan batu hitam itu dari kantong jinsnya.
             Kell menggumam sambil mengangguk. Mulutnya sibuk

           mengunyah.
             “Aku bukan ahli batu-batuan, tapi yang satu ini bukan
           berasal dari Bumi,” kata Bodhi.


           194
   204   205   206   207   208   209   210   211   212   213   214