Page 214 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 214

KEPING 60




                           Besok dan Kita












                 ejauh mata memandang, seluruh lantai dan sudut sudah
                 tersapu dan terpoles kain pel. Zarah menceritakan
          Sringkasan hidupnya diiringi desiran ijuk. Banyak detail

           yang ia simpan dan lewatkan. Cukupan untuk Gio mengetahui
           bagaimana ia sampai bekerja dengan Paul, alasan ia pulang
           ke Indonesia, dan rencananya untuk menghuni rumah kecil
           warisan ayahnya.
              “Sori, aku nggak tahu ayahmu sudah meninggal,” kata Gio.
              “Hilang. Kami nggak tahu Ayah meninggal atau tidak.

           Ibuku sudah menikah lagi. Adikku tinggal sama Ibu dan ayah
           tiriku. Hidup harus jalan terus.” Zarah ingin menyudahi cerita
           itu secepat mungkin.
              Gio mengamati sorot mata Zarah yang berlari ke arah
           sembarang.  “Kapan rencananya kamu  balik ke London?”
           tanyanya.
   209   210   211   212   213   214   215   216   217   218   219