Page 216 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 216

IntelIgensI embun PagI

              “Kamu pikir aku kuat menahan beban sebesar Paul?
           Nggaklah. Aku dibantu batang pohon dan karabiner kualitas

           super.”
              “Paul  tergelincir,  talinya  meluncur,  kamu  yang  tangkap.
           Kamu sempat menahan sendirian, kan? Baru kamu
           mengikatkan badan ke batang pohon dan menahan Paul
           berjam-jam.”

              “Cuma dua jam kurang. Kabut tebal sekali waktu itu.
           Rombongan yang mencari kami juga nggak bisa gerak.”
              “Paul bilang, dia mendengar kamu nyanyi, lagu bahasa
           Indonesia, habis itu kabut seperti ditiup hilang.”
              Gio tergelak.  “Paul sempat pingsan karena kepalanya
           terantuk batu. Dia nggak tahu aku sudah bosan sendirian.
           Bayangkan, baru melek, melayang nggak memijak tanah,
           dikelilingi kabut, ada orang nyanyi-nyanyi entah dari mana.

           Semuanya jadi dramatis. Suaraku pun mungkin dianggap
           suara malaikat.”
              “Lagu apa?”
              “Ha?”
              “Kamu nyanyi lagu apa? Dari pertama kali dengar cerita

           Paul, aku sudah penasaran lagunya apa. Paul bilang dia nggak
           tahu, cuma bilang lagu bahasa Indonesia. Katanya, nyanyian
           paling indah yang pernah dia dengar.”
              “Tuh, kan? Jelas-jelas dia halusinasi.”
              “Please. Satu baris.”
              “No way.”



                                                                 201
   211   212   213   214   215   216   217   218   219   220   221