Page 217 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 217

Keping 60


             “Oke. Judulnya saja kalau gitu.”

             “Kamu harus tergantung di jurang, baru lagu itu bisa keluar
           lagi.” Gio tersenyum lebar.
             Zarah tiba-tiba mengatupkan kelopak mata kuat-kuat
           sambil menggoyangkan kepalanya.

             “Kenapa?”
             “Sakit kepala dari pagi. Kadang-kadang menusuk banget.
           Mungkin kurang minum. Aku kurang banyak bawa air
           ternyata.”
             “Kasus kita sama. Sori, aku tadi jadi minum jatahmu.”
             “No worries.” Zarah mengibaskan tangannya. “Aku lanjut

           besok lagi. Sudah hampir beres semuanya, kok.”
             “Kecuali kamar ini.” Gio menunjuk pintu di belakangnya.
           Satu-satunya pintu yang digembok dari luar.
             “Aku bereskan itu besok,” Zarah berkata cepat begitu

           melihat pintu kamar kerja ayahnya ditunjuk, “kamu masih ada
           acara lain?”
             Gio mengecek jam tangannya.  “Harus pergi  meeting ke
           Menteng.”
             “Yakin mau pergi meeting begitu?”

             Dari arah tatapan Zarah, Gio tersadar akan kemejanya yang
           basah kuyup oleh keringat dan teringat ia tidak membawa
           baju cadangan. Mereka berdua sudah sama lepeknya dengan
           juraian sumbu pel yang tergeletak layu di lantai.

             “Boleh numpang ke kamar mandi?”



           202
   212   213   214   215   216   217   218   219   220   221   222