Page 215 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 215

Keping 60


             “Belum tahu. Aku rasa Paul nggak akan menarikku kerja

           dalam waktu dekat.”
             Begitu banyak yang tersampaikan dalam beberapa kalimat
           terakhir Zarah. Hal-hal yang tak terucap. Baru pada momen
           itulah, Gio menjadi paham apa yang dimaksud Paul. Zarah

           memendam sesuatu.
             “Cerita, dong. Bagaimana kamu bisa kenal Paul?” Zarah
           bertanya seraya mengambil posisi bersila di lantai.
             Gio  ikut duduk.  “Hubunganku dengan  Paul  itu aneh.
           Rasanya dekat, padahal jarang ketemu.”
             Zarah terkekeh. “Nggak heran. That’s the power of Paul.”

             “Kami cuma pernah satu kali ekspedisi bareng. Di
           Patagonia.”
             Ekspresi Zarah berubah seketika. “Patagonia? Jadi… kamu
           orangnya?”

             Melihat reaksi Zarah, Gio langsung bisa menarik
           kesimpulan. “Paul pasti melebih-lebihkan,” ujarnya cepat.
             Zarah masih tercengang. “Waktu kami baru berteman di
           Kalimantan, Paul cerita dia pernah nyaris mati di Patagonia
           dan diselamatkan teman ekspedisinya. Orang Indonesia. Ya,

           ampun. Itu kamu?”
             “It was no big deal. Serius. Semua orang di posisiku pasti
           melakukan hal yang sama.”
             “Paul tergantung di tengah jurang. Kamu sendirian yang

           menahan talinya. Betul, kan?”



           200
   210   211   212   213   214   215   216   217   218   219   220