Page 235 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 235

Keping 61


           menemuinya siang ini, celah waktu seperempat jam di lobi
           gedung kantornya adalah satu-satunya pilihan yang bisa

           disediakan Re. Namun, ini bukan rombongan biasa. Bukan
           pula topik yang biasa. Re melihat jam tangannya. “Aku perlu
           geser jadwal sebentar. Kita jangan ngobrol di sini. Di atas saja.”
             “Ke kantor Mas Re?”  Toni perlu meyakinkan
           pendengarannya. Ia tahu betapa Re menjaga ketat perihal

           kebersamaan dengan dirinya di publik. Toni dan Supernova
           adalah dua hal yang disimpan baik-baik oleh Re dalam gelap.
             “Ini adalah reuni dengan beberapa kawan PERMIAS yang
           kebetulan sedang bawa dua orang temannya,” kata Re tenang.
           “Mari,” ajaknya seraya mengambil beberapa langkah di depan.







           Selama hidupnya, Gio jarang mengunjungi gedung
           perkantoran pencakar langit. Ayahnya adalah wiraswastawan
           yang merombak sebuah rumah tak jauh dari rumah tinggal
           mereka di Cinere untuk menjadi kantor usaha ekspornya.
           Bisnis Gio dengan Paulo cukup ditampung dalam satu lantai

           di sebuah unit ruko kuno di Cusco. Ruangan kantor Ferre
           adalah kaliber yang jauh berbeda. Dengan langit-langit tinggi
           dan dinding kaca yang membentang dari lantai hingga plafon,
           panorama Jakarta setengah lingkaran langsung menyambut
           mereka. Interior modern dan furnitur-furnitur berkelas tertata
           rapi. Gio bisa menyimpulkan, ini adalah ruangan kantor



           220
   230   231   232   233   234   235   236   237   238   239   240