Page 261 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 261

Keping 63


             “Ada sungai di bawah, Pak?” tanya Bodhi yang asyik
           menyentuhkan tangannya menyibak malai ilalang yang

           mengimpit dari kiri-kanan. Kas telah membawa mereka
           ke tempat yang tak terduga, baik dari segi lokasi maupun
           keindahannya.
             “Sungai  kecil,  lumayan  buat  mandi-mandi,”  jawab  Kas.
           “Aku duluan, ya. Kalian tinggal terus saja lewat jembatan. Aku

           tunggu di seberang.” Lincah, Kas menaiki sepedanya. Sejenak
           saja ia sudah jauh melaju, berbaur dengan keremangan sore,
           meninggalkan bunyi derit besi beradu lantang di udara.
             Langkah Alfa tertahan ketika tiba di mulut jembatan.
             “Are you okay?” tanya Kell.
             Jembatan  dan  sungai  yang  dihadapinya  kini  adalah
           miniatur  jika  dibandingkan  apa  yang  ia hadapi di  Lembah
           Yarlung. Tetap saja, ingatan akan serangan Pemba melemaskan

           lututnya. Dengan gerakan cepat Alfa menggoyangkan kepala,
           berusaha menepis wajah haus darah Pemba saat mengayunkan
           belati yang merobek jaketnya.
             “Yeah, I’m good.” Alfa memaksakan senyum.
             “Ada gunanya juga, kan, kalian amnesia? Kalau seluruh

           memori nyaris matimu dari semua kehidupan lampau bisa
           diingat, kamu mungkin nggak bakal bergerak ke mana-mana,”
           ujar Kell.
             “Kamu tahu?”
             “Sebelum kita ketemu di pesawat, Kalden sudah duluan
           memberikan laporan terperinci soal hari-hari kalian di Tibet.”



           246
   256   257   258   259   260   261   262   263   264   265   266