Page 617 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 617

Keping 90


           langsung mendekati Bodhi.  “Bod… Bodhi. Aman, Bod?”
           Mpret menepuki pipi Bodhi. “Ada air, Tra?”

             “Semua barang di atas. Mau saya ambil?” Elektra bersiap
           bangkit. Lokasi mereka terlempar tidak terlalu jauh dari trek
           dan ia bisa bergerak cepat kalau sudah kepepet.
             Tangan Elektra tahu-tahu dicengkeram. Nyalang, Bodhi
           menatapnya. “Lagi,” bisiknya.

             “Lagi… lagi apa? Ini lagi nolong kamu, Bod.”
             Bodhi menoleh ke arah Toni.  “Kalian. Sama-sama. Kita
           semua bisa saling mengaktifkan.”
             Sesaat,  Toni termenung. Intuisinya benar. Mereka tidak
           butuh Infiltran untuk menjadi sakelar. Mereka hanya butuh
           kondisi dan tekanan untuk akhirnya dapat merobohkan sekat
           antara kedua identitas. Antara Toni dan Foniks. Antara Elektra
           dan Petir. Antara Bodhi dan Akar.

             “Poros  keempat  ada di  sini.” Bodhi meletakkan tangan
           Elektra di pertemuan kedua alisnya. “Penyeimbangnya di sini.”
           Bodhi meletakkan tangan Toni di tengah dadanya. “Lagi.”
             Tidak perlu ada aba-aba. Dengan sinkron dan harmonis,
           terjadi sirkuit energi yang seketika aktif di antara ketiganya.

           Bodhi memejamkan mata. Perlahan, jaring-jaring perak pucat
           menyeruak dari kegelapan. Di sisinya, dua simpul merah mulai
           berdenyut. Menyeruak pula simpul merah ketiga. Dirinya.









           602
   612   613   614   615   616   617   618   619   620   621   622