Page 684 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 684

IntelIgensI embun PagI

              Hara membalas pelukan Zarah dengan kaku. Sebuah rasa
           spesifik hinggap dalam hatinya. Perasaan sama yang hinggap

           ketika satu malam ia bermimpi kakaknya akan pergi jauh.
           Bertahun-tahun lalu.
              “Kak Zarah mau ke mana?”
              Bertahun-tahun lalu, sebelum Zarah memutuskan keluar
           dari  rumah,  ia berjanji kepada  adiknya  yang gelisah oleh

           sebuah mimpi bahwa satu saat nanti ia akan berhenti. Tidak
           lagi pergi jauh dari Hara dan keluarganya.
              Tak cuma sekali. Dua kali Zarah menjanjikan hal sama.
           Kini ia tahu, janji itu tidak akan pernah bisa ia tepati. Zarah
           tergugu menahan isak. Apa yang dulu dilakukan Firas
           kepadanya, harus ia lakukan kepada Hara.
              Zarah mengerjap cepat, mengusir buram akibat desakan
           air  mata. Pelukannya mengencang.  “Belum  tahu,”  bisiknya.

           “Kakak sayang kamu. Paling sayang.”
              Hara  memejamkan  mata. Tanpa perlu diungkap, ia tahu
           Zarah kembali mengucapkan salam perpisahan.




















                                                                 669
   679   680   681   682   683   684   685   686   687   688   689