Page 187 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 187
KEPING 16
wa ia tidak mampu menanggung semua. Karena itulah ia
menangis.
Bagaimanapun, kepedihan ini tetap terasa tajam. Men-
jadikannya terisak dan tersengal sampai lemas. Namun, ia
harus membiarkan semua ini lewat, kembali bersih. Ter cuci.
Dirinya diciptakan bukan untuk jadi tempat sampah yang
menampung keusangan.
Ferre
Sesampainya di rumah, Re tak berhenti merenung. Menje-
lang tidur pun, ia masih duduk tegak dan berpikir, sub stansi
apa yang mampu meyakinkannya bahwa ia dan Rana me-
mang berbeda?
Ia punya segalanya. Kekasihnya tidak perlu naik motor
dan kenal risiko hujan-hujanan. Mereka tak perlu jalan kaki
di malam Jakarta yang buas untuk menunggu bus kota. Tapi,
ketenangan tadi, keteguhan tadi, bukan milik nya dan Rana.
Mendadak Re dikagetkan oleh tiupan angin kencang.
Menyapu begitu cepat dengan suara seperti siulan. Buru-
buru ia bangkit dan menutup jendela. Tiga tahun ia ting gal
di rumah ini, belum pernah ada angin sekencang itu, ber-
suling pula.
Aneh, pikirnya. Angin itu lewat tanpa bekas. Re me lo-
176

