Page 190 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 190
KEPING 17
Dua Idiot Abad ke-21
udah lama Rana tidak berbicara dengan perempuan
itu. Ibunya sendiri. Benar-benar bicara, dan bukan nya
Stanya jawab rutin seputar, “apa kabar?”, “sudah positif
atau belum?”, “kapan kita belanja ke Makro?”, “ada big sale
di Metro, antar, yuk?”, “ayo, temani Ibu ke Ban dung, belanja
ke toko sisa ekspor dan bawa oleh-oleh brownies atau Sus
Merdeka kesenangan mertuamu”.
“Ada apa, Ran?” tanya ibunya, setelah menyadari Rana
telah lama menatapinya dengan pandangan aneh.
“Aku mau bicara, Bu. Soal aku dan Mas Arwin.” Rana
menelan ludah.

