Page 189 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 189
KEPING 16
de ngan keindahan yang mencengangkan. Re sungguh-sung-
guh terpesona.
Mendadak ia teringat akan lukisan cantiknya. Napasnya
pun tertahan, kecewa. Tirai itu tertutup sudah.
Re mundur perlahan dengan sejuta satu kesan. Ia tak per-
nah menyangka, musuh yang dicari-carinya selama ini ter-
nyata begitu indah dan menakjubkan.
Dimas & Reuben
Emosi Dimas bergelora seakan-akan setengah nyawanya te-
lah menghidupkan kedua tokoh itu.
“Mereka akhirnya bertemu,” desisnya.
“Lalu, mau kau apakan mereka?” Reuben, yang berdiri di
belakangnya sambil menghirup kopi, ikut penasaran.
“Justru itu. Aku nggak tahu!” seru Dimas bersema ngat.
178

