Page 194 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 194
Dua IDIot abaD ke-21
Ferre
21
Ada kalanya pujangga diam. Homunculus dalam otaknya
yang gemar berpuisi itu kadang-kadang mogok berkarya.
Sebagai gantinya, Alé menjadi korban.
“Aku rindu tetek-bengek klasik itu,” Re memulai cur hat-
nya, yang lama-lama membasi seperti naskah pidato, “makan
malam di restoran bagus, pilih meja yang untuk dua orang,
kasih kado ulang tahun, tapi, masuk ke ru mahnya saja aku
nggak bisa.”
Dan, Alé memang tidak sehalus pujangga, ia malah ti dak
tahan kalau tidak memberikan bonus caci maki. “Se karang
kepalamu rasanya lebih ringan, ya? Sejak kamu mengaku
jatuh cinta, berat otakmu pasti berkurang mini mal setengah
ons. Menurutku, kamu masih terpikir untuk pergi saja sudah
luar biasa bodoh. Menyiksa diri sendiri. Ah, dasar bego,”
makinya membabi buta.
“Dia malah mengusulkan supaya mengajakmu ikut,” Re
tersenyum kecil.
“Apa?” Alé terbahak. “Kalau kita sampai ada di rumah-
nya, maka, hadirin sekalian, resmilah Bapak Ferre dan Ba-
pak Rafael menjadi Dua Idiot Abad ke-21!”
“Silaken Bapak Rapael, diguntingken pita peresmian nya.”
“GONG!”
21
Sebutan untuk “manusia kecil” di dalam kepala kita yang dihipotesiskan sebagai
penentu dan determinator setiap tindakan.
183

