Page 23 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 23

KEPING 1


           saya  dipanggang di neraka bersama para pemburit  seperti
           nasib Sodom dan Gomorah, mereka bakal minta ke Yahweh

           un tuk ikut dibakar. Soalnya, kalau saya di anggap produk
           ga gal, berarti mereka juga. Hebat, ya?”
             Dimas tidak mampu berkata-kata lagi. Ia serasa me ne-
           mukan pahlawan sejati.

             “Saya ingin membuat ikrar. Tolong jadi saksinya, ya.”
                                                               j
           Reuben sudah berhenti melayang. Pikirannya kini men ejak
           kukuh ke tanah.
             “Ikrar apa?”
             “Sepuluh tahun dari sekarang, saya harus membuat sa tu
           karya. Satu  masterpiece. Satu tulisan atau riset yang mem-
           bantu menjembatani semua percabangan sains.”

             “Sepuluh tahun? Lama amat.”
             “Time flies, my friend.”
             “Fine. Sepuluh tahun buatmu, sepuluh tahun juga bu at ku.
           Satu masterpiece. Roman sastra berdimensi luas yang mampu

           menggerakkan hati banyak orang.”
             “So help us God.”
             Keduanya langsung memulai kembara imajinasi ma sing-
           masing. Lama mereka terdiam.
             Dimas tiba-tiba menceletuk, “Katanya, zat keparat ini
           akan mengendap di sel lemak sampai bertahun-tahun.”
             “Berarti, suatu waktu kita akan kembali ke momen ini

           lagi? Haleluya!”




           12
   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28