Page 126 - Supernova 4, Partikel
P. 126

than you.”

          Jujur, aku tak siap melihat reaksi Paul yang tampak mangkel. Aku pun tak tahu kenapa
        aku melakukan apa yang kulakukan tadi.

          “It-it was pure instinct,” jawabku terbata.

          “It was pure stupidity,” tandasnya.

          Badanku langsung menegak. “Posisi sayalah yang tadi paling memungkinkan. Kamu dan
        Gary memunggungi mereka. Kalian pegang kamera. Saya tidak. Dan, tongkat itu ada di

        samping saya. What else do you think I would do?” ucapku.

          “Hey! We’re safe now! Itu yang paling penting. Ya, kan?” lerai Gary. “Now, can we just
        call it a day?”

          Kami membereskan barang-barang, lalu berjalan pulang, kembali ke kelotok.

          “Thank you, Zarah,” kata Gary pelan.

          “You’re welcome,” gumamku.

          Sampai  kembali  ke  kamp,  Paul  tidak  mengajakku  bicara.  Berjalan  selalu  dua-tiga
        langkah di depanku.





        Di meja makan saat makan malam, kisah Zarah menghadapi beruang diceritakan dengan
        penuh semangat oleh Gary ke semua orang.
   121   122   123   124   125   126   127   128   129   130   131