Page 187 - Supernova 4, Partikel
P. 187

semacam Brutus dalam sejarah Romawi, orang yang didesain untuk menancapkan belati
        ke  punggung,  menembus  jantung,  dan  terkaparlah  aku  akibat  pengkhianatannya.  Koso
        ibarat  Iago  dalam  pentas  Othello,  orang  terdekat  yang  dirancang  untuk  mengingkariku
        secara  keji  dan  sistematis.  Mereka  adalah  virus  yang  disusupkan  ke  dalam  sistem.
        Dorman,  tak  berdosa,  membuai  kita  hingga  waktunya  tiba  untuk  mereka  bangun  dan

        menyerang tanpa ampun.

          Kembali, dua orang terpenting dalam hidupku, terbukti mampu melambungkanku tinggi
        sekaligus menghancurkanku sekali jadi. Lagi-lagi, aku kalah berjudi.

          Zach dan Paul kutemukan di meja pojok kafe itu.

          “Zarah!” Zach melambaikan tangan. Menyambutku dengan tawa hangat.

          “Are you okay, Missy?” Paul menggeser tempat duduknya, memberi aku ruang.

          Detik itu, kujatuhkan ranselku ke lantai. Menangis sejadi-jadinya di depan dua pria dan
        dua cangkir kopi susu encer.





                                                         2 0 0 3


                                                        Bolivia





        “Zarah?”

          Aku mendongak. Fred, menghampiriku dengan hati-hati, seolah mendekati bocah yang
        sedang tantrum.

          “Kamu dicari Paul,” katanya.

          “Later, Fred,” gumamku pendek.

          “You’ve been out here for almost an hour.”

          “I’m having a me time.”

          Fred melipat tangannya di dada. Mulai gusar. “Well, you tell that to Paul. We’re leaving

        for Asuriamas in fifteen minutes.” Ia pun meninggalkanku. “Coming?” serunya sambil
        berlalu.

          Berat, aku berdiri. Menyusul Fred. Kesalku sebetulnya sudah luntur sejak tadi. Berganti
        sesal.  Jarang-jarang  kami  bisa  pergi  bertiga—aku,  Paul,  dan  Zach—dalam  satu
        assignment. Seharusnya ini menjadi piknik keluarga yang menyenangkan.

          Banyak  yang  bilang,  termasuk  Fred,  tiga  tahun  lagi  aku  bisa  menggeser  posisi  Paul
        dalam The A-Team. Aku tahu itu tidak mungkin. Walau aku bisa mengejar jumlah cap
        paspor Paul dalam tiga tahun lagi, tidak ada satu pun yang bisa menandingi jaringan yang
        telah  ia  bangun  bertahun-tahun  dengan  berbagai  institusi,  organisasi  NGO,  pemerintah,

        dan media. Aku rasa, mereka yang bicara begitu hanya melihat dari kekerapanku bertugas
        ke mana-mana, dan juga sikapku yang tidak ada takutnya kepada Paul. Mereka lupa, aku
   182   183   184   185   186   187   188   189   190   191   192