Page 230 - Supernova 4, Partikel
P. 230

“Sepertinya saya harus pulang ke Indonesia. Segera.”

          Mereka berdua terdiam.

          “Saya  bertemu  dengan  kakek  saya  tadi  pagi.  Di  kamar  ini.  Saya  rasa  Iboga  sengaja
        mempertemukan kami. Barusan saya dapat konfirmasi dari rumah. Kakek saya meninggal.
        Hari ini.”

          “Did you meet your father?” tanya Hawkeye.

          Aku menggeleng.

          Hawkeye bangkit dari tempat duduknya. Memelukku. Dan, aku bisa merasakan tangan

        hangat Pak Simon yang menepuk bahuku.

          “Mungkin ini kedengarannya aneh. Tapi, saya berbahagia untuk kakek saya,” bisikku.

          “Seharusnya begitu. Kesempatan yang kalian miliki sangatlah indah. Saya ikut bahagia
        untukmu,” bisik Hawkeye.

          Aku menatap kedua pria itu. Seminggu yang lalu mereka adalah orang asing yang tak
        kuketahui keberadaannya. Kini, mereka bagaikan keluarga.

          “Sebelum  kamu  berkemas,  saya  ingin  cerita  tentang  legenda  awal  mulanya  Iboga
        ditemukan manusia.” Hawkeye mendudukkanku di sofa.

          Ia  lantas  berkisah  tentang  seorang  perempuan  pigmi  bernama  Atanga  yang  mendapat
        kabar bahwa ia ditinggal mati suaminya. Atanga berusaha mencari tubuh suaminya, tapi

        tidak ketemu-ketemu. Setelah lama mencari, akhirnya ia masuk ke sebuah gua di hutan,
        dan  di  sana  ada  tumpukan  tulang  belulang.  Ia  lalu  mendengar  suara  yang  mirip  suara
        suaminya,  menyuruhnya  mengambil  tanaman  di  depan  mulut  gua.  Tanaman  bernama
        Eboka.  Atanga  diminta  memakan  akar  Eboka.  Ketika  ia  berbalik,  suami  dan  semua
        keluarganya  yang  sudah  mati  berdiri  di  hadapannya.  Itulah  legenda  inisiasi  Bwiti  yang

        pertama,  dan  sejak  itu  manusia  mendapatkan  akses  untuk  dibimbing  leluhur  dari  dunia
        spirit.

          “Kegigihanmu mengingatkan saya kepada Atanga,” sambung Hawkeye.

          “Dan, gara-gara itu kamu berubah pikiran membantu saya?”

          “Saya  melihat  kekuatan  yang  luar  biasa,  yang  sepertinya  kamu  sendiri  tidak  sadari,
        Zarah.”

          Ucapan Hawkeye justru membuat sesuatu dalam diriku merapuh. Tiba-tiba sulit bagiku
        berkata-kata.  “S–saya  nggak  tahu,  apakah  saya  kuat  melanjutkan  ini  semua,  pencarian
        ini,” kataku terbata. Air mataku membubung tanpa bisa ditahan.

          “Menjadi kuat bukan berarti kamu tahu segalanya. Bukan berarti kamu tidak bisa hancur.

        Kekuatanmu  ada  pada  kemampuanmu  bangkit  lagi  setelah  berkali-kali  jatuh.  Jangan
        pikirkan  kamu  akan  sampai  di  mana  dan  kapan.  Tidak  ada  yang  tahu.  Your strength is
        simply your will to go on.”

          “Weston Palace akan selalu terbuka untukmu, Zarah. Anggap ini rumah keduamu,” ucap
   225   226   227   228   229   230   231   232   233   234   235